Protes Iran Memanas, HRANA Catat 646 Tewas dan Lebih dari 10.700 Orang Ditangkap
Daftar Isi
JAKARTA, Wacana Publik — Gelombang aksi protes di Iran terus berlanjut dan menunjukkan eskalasi serius. Jumlah korban tewas dilaporkan meningkat tajam menjadi 646 orang, sementara ribuan lainnya ditangkap aparat keamanan. Data tersebut disampaikan Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (Human Rights Activists News Agency/HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat, sebagaimana dilansir Anadolu, Senin.
Lonjakan Korban Jiwa dan Penangkapan Massal
Dalam laporan terbarunya, HRANA mencatat bahwa hingga hari ke-16 aksi protes nasional, sedikitnya 10.721 orang telah ditangkap oleh otoritas Iran. Angka ini mencerminkan intensitas penindakan yang meningkat di berbagai wilayah, seiring meluasnya demonstrasi dari pusat-pusat ekonomi hingga kota-kota lain di seluruh negeri. HRANA juga melaporkan bahwa penindakan keras tersebut berkontribusi pada bertambahnya jumlah korban jiwa dari hari ke hari.
Pemadaman Internet Lebih dari 100 Jam
Selain korban jiwa dan penangkapan, HRANA menyoroti pembatasan informasi yang signifikan. Organisasi tersebut menyebut Iran telah mengalami pemadaman internet selama lebih dari 100 jam, yang menghambat arus informasi, komunikasi publik, serta pelaporan independen dari lapangan. Kondisi ini menyulitkan verifikasi data korban dan perkembangan situasi secara real time.
Akar Protes: Krisis Ekonomi dan Depresiasi Rial
Gelombang protes bermula pada 28 Desember di Grand Bazaar Teheran, dipicu oleh depresiasi tajam mata uang rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi. Demonstrasi yang awalnya berfokus pada isu ekonomi kemudian berkembang menjadi aksi yang lebih luas, menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah dan tata kelola negara. Aksi tersebut lantas menyebar ke sejumlah kota lain dan berlangsung berkelanjutan.
Tuduhan Teheran terhadap AS dan Israel
Pemerintah Iran menuding keterlibatan pihak asing dalam eskalasi kekerasan. Para pejabat menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel mendukung apa yang mereka sebut sebagai “perusuh bersenjata” yang dituding melakukan serangan di ruang publik. Tuduhan ini berulang kali disampaikan otoritas Teheran untuk menjelaskan meningkatnya kekerasan selama protes berlangsung.
Respons Washington dan Opsi “Sangat Kuat”
Dari Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pihaknya memantau situasi Iran secara cermat. Pada Minggu (11/1), Trump mengatakan pemerintahannya tengah mempertimbangkan “opsi yang sangat kuat” seiring bertambahnya jumlah korban. “Kita akan mengambil keputusan,” ujar Trump, tanpa merinci waktu maupun bentuk langkah yang akan diambil. Ia menambahkan bahwa laporan terkait Iran diterimanya setiap jam, menandakan atensi tinggi Gedung Putih terhadap perkembangan di Teheran.
Situasi Masih Dinamis
Dengan korban yang terus bertambah, penangkapan massal, serta pembatasan internet yang berkepanjangan, situasi di Iran dinilai masih sangat dinamis. Laporan HRANA dan pernyataan para pihak menunjukkan bahwa krisis ini berpotensi berlanjut, sementara respons internasional terus dipantau secara ketat oleh berbagai negara. (wp)

Posting Komentar